SELAMAT DATANG DI PUSAT INFORMASI & PENJUALAN NEW TOYOTA DI SUMATERA BARAT

Kamis, 04 Juli 2013

MENJAGA “ELECTRIC POWER STEERING” AWET!

power steering

Jakarta, KompasOtomotif - Umumnya, mobil-mobil keluaran terbaru, menggunakan power steering yang digerakkan oleh motor listrik (EPS: Electric Power Steering). Untuk mengetahui mobil yang menggunakan EPS sangat mudah. Buka kap mesin, lihat apakah ada pompa dan selang power steering di dekat dinding antara kabin dan ruang mesin (firewall) atau tidak? Jika tidak ada, dipastikan mobil tersebut sudah menggunakan EPS.
Teknologi tersebut bisa dikatakan minim perawatan karena semua sudah diatur oleh modul. “Power steering listrik umumnya rusak karena penggunanyakurang apik dan cenderung sembrono,”
Masalah yang biasa terjadi, muncul suara “tek-tek” saat melewati jalan rusak atau berlubang. Selain itu,getaran setir sangat lebih keras. Berikut faktor yang menyebabkan EPS rusak.
1. Menerjang jalan rusak. EPS akan mudah mengalami kerusakan jika kerap melewati jalan rusak atau berlubang. Makin parah lagi jika pengemudi melintas pada kecepatan tinggi. Getaran dan hentakan keras yang diterima rack steer  bisa merusak poros rack steer (as).
Selain itu, kemungkinan karet pelindung jakan robek, apalagi jika kondisinya sudah rengat. Jika hal tersebut terjadi, air, debu dan kotoran akan masuk ke as setir dan menyebabkannya berkarat. Indikasi as setir kotor dan berkarat, saat diputar berbunyi. Setir juga berat ketika diputar.
2. Hindari banjir.  Pasalnya, motor listrik dipasang langsung pada as setir, sejajar dengan as roda. Jika air sampai merendam, motor listrik bisa rusak. Bila sudah rusak, motor listrik tersebut harus diganti karena tidak bisa diperbaiki.
3. Usia. Biasanya EPS sudah mulai bermasalah (timbul bunyi-bunyi) ketika umur mencapai 5 tahun lebih atau telah menempuh jarak 100.000 km. Menjadi lebih pendek ketika kerap digunakan secara tidak wajar. “Kalau pemiliknya telaten dan tidak pernah terendam air, pemakaian bisa lebih dari 5 tahun. Pemeliharaan, cukup ganti karet pelindung as setir,”

sumber By: AUTO2000 Tips 

Pemerintah: Mobil Murah Tak Ada Hubungannya dengan Kemacetan

Jakarta - Aturan Low Cost Green Car (LCGC) atau mobil murah dan ramah lingkungan diyakini tidak terkait dengan semakin macetnya jalan di perkotaan seperti di Jakarta. Kemacetan tersebut dinilai bukan karena adanya peningkatan jumlah mobil, melainkan karena belum tersedianya transportasi publik yang memadai.

Demikian disampaikan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (14/6/2013).

"Kalau macet bukan urusan jumlah mobil karena kalau jumlah mobil per kapita, Amerika sama Jepang itu jumlahnya jauh lebih besar daripada Indonesia. Kita kalau dihitung jumlah mobil per kapita itu kecil loh, tapi kenapa di New York dan Tokyo tidak semacet di Jakarta karena public transportation bagus," jelasnya.

"Jadi jangan dikontradiktifkan jumlah mobil dengan kemacetan di Jakarta, tapi harusnya antara kemacetan dengan traffic, maksudnya traffic, kamu pakai mobil terus menerus karena tidak ada pilihan (tidak ada transportasi publik yang bagus)," tambahnya.

Bambang menyatakan banyaknya mobil murah yang hemat energi ini juga tidak akan menambah konsumsi BBM secara besar-besaran karena dengan BBM beroktan di atas 90, mobil murah ini membutuhkan BBM yang tidak banyak atau sama dengan motor.

"Teknologi mobil sekarang itu sebenarnya untuk mobil oktan di atas 90, jadi mobil itu bisa saja pakai BBM premium tapi tidak optimal, cepat rusak segala macam. Jadi kita desain untuk oktan 90, nah dikiranya bakal mahal, tidak juga karena hemat, sama saja motor, karena konsumsinya kecil kan," katanya

Sumber By :Ramdhania El Hida - detikOto 

Cara Memilih Dan Memasang Alarm Mobil Yang Bagus

alarm mobilAlarm mobil yang banyak beredar saat ini, hanya berfungsi memperlambat kinerja maling. Rata-rata maling saudah menguasai bagaimana cara mengatasi alarm mobil tersebut. Namun ada beberapa pembuat alarm mobil yang sudah memiliki produk bagus untuk mengatasinya.
Para pemilik mobil sangat disarankan untuk membeli dan memasang alarm mobil dengan bermacam-macam fitur untuk menyulitkan kinerja maling. Usahakan jangan membeli alarm konvensional karena mudah dilumpuhkan maling.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam memasang alarm untuk kendaraan anda, diantaranya:
1. Carilah produk yang memiliki banyak fitur seperti GPS tracking, bisa mematikan mesin dari jarak jauh dengan internet/smartphone. Namun tentunya hal tersebut bukanlah sesuatu yang murah.
2. Letakkan sirine di tempat yang sulit dijangkau tangan(tersembunyi) sehingga maling akan kesulitan untuk melumpuhkan alarm.
3. Proteksi kabel di sekitar kepala aki agar tidak mudah dipotong.
Sekian tips tentang alarm mobil. Lain waktu akan saya berikan tambahan tips seputar alarm ini.
Sumber By :  beritaotomotif under Tips

Masalah Yang Sering Terjadi Pada Power Steering

Mobil-mobil keluaran baru biasanya sudah dilengkapi dengan elektric power steering sehingga kemudi menjadi ringan. Namun pada mobil lama biasanya masih memakai power steering hidrolik yang menggunakan cairan yang dipompakan sehingga memberikan tekanan pada rumah setir. Pompa digerakkan oleh mesin melalui V-belt.
Masalah yang biasanya terjadi pada power steering hidrolik adalah kebocoran yang disebabkan karena ausnya seal pada rumah setir. Sehingga mau tidak mau pemilik mobil harus menambahkan oli power steering setiap saat.
Ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi, diantaranya:
1. Usia komponen.
Pada komponen yang berusia lebih dari 5 tahun atau jarak tempuhnya sudat mencapai 100.000+ km, masalah yang biasanya muncul adalah terjadi kebocoran. Dan ketika setir diputar saat mesin enyala, akan timbul suara dengung. Untuk mengatasi masalah tersebut untuk sementara waktu, bisa dengan menambahkan oli power steering.
Untuk lebih lanjutnya, ganti seal yang bocor, bersihkan As pegas setir.
2. Boot rack steer robek. 
hal tersebut bisa terjadi saat melewati jalan rusak. Selain itu, karena komponen tersebut terbuat dari karet, akan mudah aus dan rusak/pecah. Jangan biarkan hal tersebut terjadi karena akan menyebabkan air dan kotoran masuk sehingga As setir akan berkarat.
3. Salah mengisi cairan. 
Sebagian orang mengira cairan power steering sama dengan cairan untuk rem dan kopling. Padahal dua cairan tersebut berbeda cara kerja dan fungsinya.
4. Pemakaian yang tidak wajar. 
Biasanya terjadi pada mobil yang dipakai untuk balap, slalom dan drifting atau sering bermanuver secara ekstrem pada kecepatan tinggi. Akibatnya, tekanan cairan pada sirkuit power steering menjadi sangat tinggi dan panas. Semakin sering diperlakukan seperti itu, selang akan rusak dan bocor.
Untuk servis ataupun perbaikan, penggantian seal bisa memakan waktu 3 jam dengan biaya Rp 150.000 - 450.000. Namun jika terjadi kerusakan pada mekanis, misalnya as power steering, biaya bisa mencapai Rp 2 juta.

Cara Berkendara Yang Membuat Irit Konsumsi BBM

Pemerintah telah menaikan harga BBM sejak beberapa hari yang lalu. Harga premium yang semula Rp 4.500,- naik menjadi Rp 6.500,-. Sedangkan solar menjadi Rp. 5.500,-.
Bagi anda yang mengendarai mobil, anda bisa sedikit mengirit konsumsi bahan bakar dengan mengubah perlaku berkendara anda.
1. Injak pedal gas secara perlahan
Usahakan mencapai kecepatan 0-20 km/ jam dalam waktu 5 detik. Menginjak gas sebaiknya secara perlahan tanpa menyentak gas terlalu dalam.
2. Menjaga kestabilan kecepatan
Dalam berkendara, selalu atur kecepatan anda agar stabil. Jangan menyentakkan kecepatan mobil anda karena hal tersebut memakan konsumsi BBM yang besar.
3. Melepas pedal gas lebih awal
Melepas gas lebih awal untuk mengurangi kecepatan sebelum berhenti (melakukan engine brake). Engine Brake merupakan salah satu kiat agar penggunaan BBM tidak boros.
4. Kurangi pemakaian AC
Gunakan AC seperlunya, kalau sekiranya cuaca tidak panas lebih baik matikan AC dan buka kaca mobil anda.
semoga bermanfaat 

sumber by:  beritaotomotif under Tips

MOBIL HIDROGEN TOYOTA MUNCUL BULAN NOVEMBER

toyota-fcv-r-hydrogen-fuel-cell-concept-car-2012-detroit-auto-show_100377221_m
Tokyo - Pencarian bahan bakar pengganti minyak bumi terus dilakukan hingga kini. Salah satu yang dianggap sebagai bahan bakar masa depan adalah hidrogen dan Toyota siap memperlihatkan mobil berbahan bakar hidrogen pertama mereka.
Toyota membuat gelombang besar di industri otomotif ketika dipertengahan tahun 90-an melahirkan mobil hybrid pertama mereka, Prius ke pasaran. Mobil hybrid pun perlahan mulai populer.
Nah, efek ini pula yang ingin diciptakan Toyota ketika melahirkan mobil hybrogen.
Menurut rencana, seperti dilansir Left Lane News, Toyota hendak memperkenalkan sebuah mobil berbahan bakar hidrogen di November mendatang melalui ajang Tokyo Motor Show 2013.
Bila itu terealisasi, langkah yang dilakukan Toyota ini termasuk berani. Sebab, berbagai produsen mobil di dunia meski percaya hidrogen adalah bahan bakar masa depan, belum mau memperlihatkan versi produksi dari mobil hidrogen ini.
Mobil hidrogen Toyota itu diperkirakan mampu menjelajah 482 km. Hidrogen pun akan memproduksi bukan emisi tapi uap air dari knalpotnya.
Syubhan Akib - detikOto

Aturan Mobil Murah Diklaim Lebih 'Canggih' daripada Era Mobnas Soeharto

















Jakarta - Fasilitas pembebasan pajak untuk mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) harus memenuhi beberapa syarat, yaitu sesuai dengan namanya yaitu harus murah dan hemat energi. 

Hal ini bagian dari Peraturan Pemerintah (PP) No 41 Tahun 2013 tentang barang kena pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor yang dikenai pajak penjualan atas barang mewah. Ketentuan ini dianggap lebih realistis dibandingkan regulasi mobil nasional (mobnas) era Orde Baru, Presiden Soeharto.

"Sesuai judulnya, jadi yang memenuhi syarat dua-duanya, yang murah kalau tidak salah yang di bawah Rp 100 juta dan green artinya hemat energi yang ditunjukkan dengan konsumsi berbanding kilometer. Nah dengan kombinasi itu, dia akan dapat PPnBM-nya nol," kata Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Sementara itu, lanjut Bambang, untuk mobil-mobil hemat energi namu tidak dijual murah maka hanya akan menerima fasilitas pengurangan (Pajak Penjualan Barang Mewah) PPnBM sebesar 10%. Artinya mobil murah akan mendapat porsi insentif yang lebih besar.

"Kalau yang lain 10% jadi nol, 20% jadi 10%, 30% jadi 20%, jadi kita mendorong itu termasuk mobil listrik karena termasuk green, juga hybrid karena termasuk green meski tidak termasuk low," jelasnya.

Selain itu, lanjut Bambang, mobil yang mendapat fasilitas ini juga harus dibuat di Indonesia dengan kandungan komponen dari Indonesia, dan memiliki merek Indonesia.

"Intinya bukan hanya harga, tapi yang paling penting mobil yang mendapatkan fasilitas itu harus dibuat di Indonesia. Mudah-mudahan diikuiti perindustrian, jadi merek-nya merek Indonesia, jadi ada merek principlenya tapi ada merek Indonesia-nya," tegasnya.

Menurut Bambang, aturan ini lebih realistis dibandingkan aturan mobil nasional ala Presiden Soeharto. Pasalnya, aturan LCGC ini tidak hanya mengejar pemberian nama Indonesia, tetapi dampak positif di industri dalam negeri ke depannya.

"Lebih realistis kalau mobnas itu kan memaksakan merek tapi tidak disertai dengan spesifikasi yang jelas, hanya mengejar merek, hingga akhirnya batal. Kalau ini kan realistis, ada permintaan mobil yang low cost, lalu kita dorong yang green," tandasnya.

Sumber By : Ramdhania El Hida - detikOto

Mobil Murah Berguna untuk Kemandirian Nasional?

Jakarta - Program Low Cost and Green Car sudah digulirkan pemerintah. Menteri Perindustrian MS Hidayat menegaskan kalau program ini bakal mampu mengembangkan kemandirian nasional di bidang otomotif.

Hidayat menjelaskan kalau program ini bukanlah semata-mata program untuk membuat mobil dengan harga murah.

"Tetapi lebih kearah membangun struktur industri komponen otomotif dan meningkatkan kemandirian nasional di teknologi otomotif, terutama teknologi engine, transmisi dan axle (power train). Juga kualitas dan safety produk tetap dipertahankan," katanya, Rabu (3/7/2013).

Kabar mengatakan kalau harga mobil murah nantinya tidak akan akan lebih dari Rp 95 jutaan. Namun, Hidayat enggan berkomentar.

Tapi yang pasti, lanjutnya, produsen diperbolehkan menambah harga sebesar 15 persen dari harga dasar untuk mengaplikasi transmisi otomatis.

Begitu pula bila ingin menambah fitur keamanan dan keselamatan seperti air bag, Antilock Brake System dll, produsen diperbolehkan menambah harga sebesar 10 persen dari harga dasar.

"Dalam SK Menperin disebutkan harga off the road (belum termasuk Biaya Balik Nama (BBN), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Pajak Daerah lainnya) ditambah toleransi untuk penambahan teknologi transmisi otomatis 15% ditambah toleransi untuk penambahahan fitur safety 10 %," papar Hidayat.

"Faktor ekonomi makro seperti inflasi dan kurs tukar mata uang juga menjadi pertimbangan. Saat ini SK sedang didaftarkan di Kemenhukham," lugasnya

sumber By: Suhendra - detikOto